Situs Budaya Megalitikum di Jawa Timur

Zaman Megalitikum

1

Megalitikum berasal dari kata mega yang berarti besar, dan lithos yang berarti batu. Zaman Megalitikum biasa disebut dengan zaman batu besar, karena pada zaman ini manusia sudah dapat membuat dan meningkatkan kebudayaan yang terbuat dan batu-batu besar. kebudayaan ini berkembang dari zaman Neolitikum sampai zaman Perunggu. Pada zaman ini manusia sudah mengenal kepercayaan. Walaupun kepercayaan mereka masih dalam tingkat awal, yaitu kepercayaan terhadap roh nenek moyang, Kepercayaan ini muncul karena pengetahuan manusia sudah mulai meningkat. Adapun hasil kebudayaan zaman megalitikum antara lain:

  1. Menhir  merupakan bangunan yang berbentuk tugu batu digunakan untuk upacara menghormati roh nenek moyang.
  2. Punden Berundak merupakan bangunan yang terbuat dari batu yang berbentuk undak-undakan (tangga) dan digunakan sebagai tempat pemujaan roh.
  3. Dolmen yaitu meja dari batu besar yang digunakan untuk meletakkan sesaji pemujaan. Kadang kala pada bagian bawah dolmen, diletakkan mayat.
  4. Waruga merupakan peti kubur pada masa megalitikum yang merupakan buah karya orang Minahasa.

(Sumber : http://widhaaja.blogspot.co.id/2013/10/zaman-megalitikum_9789.html)

Periodisasi Zaman Megalitikum

  • Megalith Tua

Menyebar ke Indonesia pada zaman Neolithikum (2500-1500 SM) dibawa oleh pendukung Kebudayaan Kapak Persegi (Proto Melayu). Contoh bangunan Megalithikum adalah menhir, punden berundak-undak, Arca-arca Statis.

  • Megalith Muda

Menyebar ke Indonesia pada zaman perunggu (1000-100 SM) dibawa oleh pendukung Kebudayaan Dongson (Deutro Melayu). Contoh bangunan megalithnya adalah peti kubur batu, dolmen, waruga Sarkofagus dan arca-arca dinamis.

Indonesia

Indonesia adalah negara di Asia Tenggara yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.

map_indonesia

  • Letak Geografis:  6°LU – 11°08’LS dan 95°’BT – 141°45’BT
  • Luas Wilayah : 1,904,569 km2
  • Jumlah Penduduk : 255.461.700 jiwa (2015)
  • Batas Wilayah : Negara Malaysia dengan perbatasan sepanjang 1.782 km, Singapura, Filipina, dan Laut Tiongkok Selatan (Utara), Negara Australia, Timor Leste dan Samudra Indonesia (Selatan), Samudra Indonesia (Barat), Negara Papua Nugini dengan perbatasan sepanjang 820 km, Timor Leste dan Samudra Pasifik (Timur)

Kondisi Terkini

  1. Topografi

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau. Tiap pulau memiliki karakteristik topografi yang berbeda-beda, umumnya terdiri dari dataran rendah, dataran tinggi, perbukitan dan pegunungan.

     2.          Geografi

Wilayah Indonesia terbentang sepanjang 3.977 mil di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Luas daratan Indonesia adalah 1.922.570 km² dan luas perairannya 3.257.483 km².

     3.           Klimatologi

Letak astronomis Indonesia yang berada di wilayah tropis membuat Indonesia beriklim tropis dengan suhu udara yang tinggi sepanjang tahun dengan rata-rata tidak kurang dari 27°C.

     4.           Geologi

Indonesia terletak diantara tiga lempeng utama yang ada di dunia yaitu Lempeng Australia, Eurasia dan Pasifik. Hal ini menyebabkan Indonesia sering terjadi gempa bumi. Dan Indonesia juga terletak diantara dua dangkalan besar, yaitu Dangkalan Sunda dan Dangkalan Sahul.

Jawa Timur

6.png

Jawa Timur  adalah sebuah provinsi di bagian timur Pulau Jawa, Indonesia. Ibu kotanya terletak di Surabaya. Jawa Timur memiliki wilayah terluas di antara 6 provinsi di Pulau Jawa, dan memiliki jumlah penduduk terbanyak kedua di Indonesia setelah Jawa Barat.

7

  • Semboyan : Jer Basuki Mawa Béya
  • Letak Geografis : 11,0′-114,4′ BT 7,12”-8,48′ LS
  • Luas wilayah : 47.922km²
  • Jumlah penduduk : 42.030.633 jiwa (sensus 2015)
  • Batas Wilayah : Laut Jawa (Utara), Selat Bali (Timur), Samudra Hindia (Selatan), Jawa Tengah (Barat)

(Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Timur)

Kondisi Terkini

  1. Topografi

Terdapat tiga wilayah dataran, yakni dataran tinggi (Magetan, Trenggalek, Blitar, Malang, Batu, Bondowoso), sedang (Ponorogo, Tulungagung, Kediri, Lumajang, Jember, Nganjuk, Madiun, Ngawi). Kabupaten/kota (20) sisanya berada di daerah dataran rendah.

2. Klimatologi

Jawa Timur memiliki iklim tropis basah. Dibandingkan wilayah Pulau Jawa bagian barat, Jawa Timur pada umumnya memiliki curah hujan lebih sedikit. Curah hujan rata-rata 1.900 mm per tahun, dengan musim hujan selama 100 hari. Suhu rata-rata berkisar 21-34°C.

3. Geografi

Secara umum wilayah Jawa Timur terbagi dalam dua bagian besar, yaitu Jawa Timur daratan hampir mencakup 90% dari seluruh luas wilayah Provinsi Jawa Timur, dan wilayah Kepulauan Madura yang sekitar 10% dari luas wilayah Jawa Timur.

4. Geologi

Struktur Geologi Jawa Timur di dominasi oleh Alluvium dan bentukan hasil gunung api kwarter muda, keduanya meliputi 44,5 % dari luas wilayah darat, sedangkan bantuan yang relatif juga agak luas persebarannya adalah miosen sekitar 12,33 % dan hasil gunung api kwarter tua sekitar 9,78 % dari luas total wilayah daratan. Sementara itu batuan lain hanya mempunyai proporsi antara 0 – 7% saja.

5. Hidrografi

Dua sungai terpenting di Jawa Timur adalah Sungai Brantas (290 km), dan Sungai Bengawan Solo (548 km).

Peninggalan megalitik di daerah Jawa Timur ditemukan di daerah Bondowoso, Bojonegoro, Tuban dan daerah Magetan.

a.) Batu Kenong

Batu kenong adalah sebutan untuk megalit yang berupa batu berbentuk silinder atau membulat dengan tonjolan di puncaknya, menyerupai salah satu alat musik gamelan, kenong. Benda ini berasal dari tradisi megalitik di Nusantara, dan diwariskan sampai ke periode klasik dalam sejarah Indonesia. Berikut merupakan penemuan situs batu kenong di beberapa wilayah di Jawa Timur, antara lain :

  1. Batu kenong yang ditemukan di dukuh Pudedek, Pakuniran, Maesan, Jawa Timur ini merupakan bangunan megalitik. Batu-batu kenong ini terletak di atas bukit yang disebut Bukit Andung oleh penduduk setempat. Situs ini terletak 6 km di sebelah kanan jalan yang menghubungkan Bondowoso dan lembar (21 km dari Bondowoso). Di situs ini terdapat 15 buah batu kenong yang rata-rata berukuran 85 cm dengan garis tengah antara 50-65 cm. Umpak-umpak ini membentuk lingkaran dengan garis tengah 9 m. Umpak-umpak dalam bentuk melingkar ini menunjukkan bahwa bangunan rumah adat (rumah tinggal) ini juga berpenampang melingkar seperti rumah-rumah adat di pulau Nias.8
  2. Batu kenong ini ditemukan di Pakuniran, Maesan, Bondowoso dan diperkirakan merupakan umpak bangunan rumah adat atau rumah tinggal pada masa tradisi megalitik. Tingginya 95 cm, garis tengahnya 65 cm. Di sekitar kelompok batu kenong itu banyak terdapat pecahan gerabah dan sedikit keramik asing yang diperkirakan merupakan sisa-sisa aktifitas pakai-buang.9Maesan

(https://jawatimuran.net/2012/07/25/beberapa-jenis-megalitik-di-jawa-timur/)

b.) Dolmen

Dolmen adalah meja batu tempat meletakkan sesaji yang dipersembahkan kepada roh nenek moyang. Di bawah dolmen biasanya sering ditemukan kubur batu.

  1. Dolmen ini ditemukan di Pujer, Bondowoso. Dolmen ini berkaki empat. Masing-masing tingginya sekitar 110 cm. Batu bagian atas tidak rata dan berbentuk cembung dengan panjang 130 cm dan lebar 95 cm.11Pujer-734x1024
  2. Dolmen ini ditemukan di Lombok Kulon, Kecamatan Wonosari, Bondowoso. Dolmen ini berfungsi sebagai tempat kubur. Letaknya 8 km di sebelah kanan jalan Bondowoso-Situbondo. Dolmen ini ditemukan bersama dengan 45 buah dolmen lain. Tiang panyangganya tiga buah. Kaki dolmen rata-rata berukuran 75 cm dan lebamya 45 cm. Tinggi batu atasnya 130 cm, lebar 110 cm dan panjangnya 180 cm. Dolmen ini berdiri di sawah sehingga dikhawatirkan akan runtuh dalam waktu dekat. Untung ada akar pohon besar yang menopangnya sehingga tidak runtuh.934178wonosari 2000
  3. Dolmen ditemukan di desa Pakauman, Grojogan, Bondowoso. Di sawah     penduduk. Beberapa batu kecil menyangga sebagai kaki dolmen. Tingginya 80 cm, lebarnya 150 cm dan panjangnya 270 cm.

(https://jawatimuran.net/2012/07/25/beberapa-jenis-megalitik-di-jawa-timur/)

c.) Sarkofagus

Sarkofagus adalah suatu tempat untuk menyimpan jenazah. Sarkofagus umumnya dibuat dari batu. Sarkofagus sering disimpan di atas tanah oleh karena itu sarkofagus seringkali diukir, dihias dan dibuat dengan teliti. Beberapa dibuat untuk dapat berdiri sendiri, sebagai bagian dari sebuah makam atau beberapa makam sementara beberapa yang lain dimaksudkan untuk disimpan di ruang bawah tanah.

  1. Sarkofagus ditemukan di desa Nangkaan, Kecamatan Bondowoso di suatu gundukan tanah yang sekarang menJadi pemakaman umum. Dolmen sudah mengalami kerusakan yang diperkirakan karena pernah digali dan sarkofagus telah dilubangi. Tutup sarkofagus sekarang tidak lagi di tempatnya. Panjangnya 275 cm, tingginya 135 cm dan lebarnya 115 cm.10
  2. Sarkofagus di desa Glingseran. Kecamatan Wringin. Bondowoso Sarkofagus ini merupakan tempat penguburan dan terdiri dari wadah dan tutup. Wadah kubur tidak tampak karena sebagian besar tertanam dalam tanah. Tingginya 150 cm. panjangnya 263 cm dan lebamya 13 cm.13

(https://jawatimuran.net/2012/07/25/beberapa-jenis-megalitik-di-jawa-timur/)

d.) Menhir

Menhir adalah batu tunggal, biasanya berukuran besar, yang ditatah seperlunya sehingga berbentuk tugu dan biasanya d.iletakkan berdiri tegak di atas tanah. Menhir biasanya didirikan secara tunggal atau berkelompok sejajar di atas tanah, namun pada beberapa tradisi juga ada yang diletakkan terlentang di tanah

  1. Situs Pekauman” patung dewi durga kuno” ini ditemukan di Pakauman, Grojogan, Bondowoso dan merupakan sarana upaeara at au pemujaan. Tinggi area ini 135 em, lebar bahunya 85 cm, lebar pinggulnya 64 cm. Bagian muka seperti mata, hidung, mulut atau telinga tidak tampak. Lehemya pendek, tangannya lurus ke bawah. Genitalia tidak dipahatkan. Berdasarkan penggambaran pinggulnya yang lebar, van Heerkeren berpendapat bahwa area megalitik ini menggambarkan seorang wanita14
  2. Batu menhir yang juga disebut sebagai betho labeng di Banyuputih, bondowoso berukuran cukup besar, dengan lebar batu sekitar 5 meter dan tinggi sekitar  7-8 meter. Batu purna ini disusun tanpa menggunakan perekat dan tetap kokoh sampai sekarang, tidak goyah sedikitpunkk(Sumber : https://jawatimuran.net/2012/07/25/beberapa-jenis-megalitik-di-jawa-timur/)
  3. Batu Solor tersusun rapi dan berdiri tegak di tengah perbukitan di Desa Solor, Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.4 kec cermee copyQQQQQQQQ

16

(Sumber : https://phinemo.com/6-situs-pra-sejarah-bondowoso-yang-layak-dijelajahi/)

Perlakuan dan Perawatan

  • Pemkab setempat sudah mulai mengerahkan tim arkeolog untuk mendata situs purbakala seperti situs megalitik 4 kabupaten/ kota tersebut (Bondowoso, Bojonegoro, Tuban, Magetan)
  • Beberapa penemuan situs megalitikum sudah mendapatkan perwatan oleh pihak setem[at, seperti diberi atap pada situs agar tidak rusak oleh panas matahari dan hujan

Potensi

Situs Megalitikum di Jawa Timur dapat berpotensi menjadi objek wisata, dikarenakan :

  • Dapat mengundang daya tarik wisata, seperti Bondowoso memiliki ribuan situs-situs arkeologi berupa batu besar peninggalan zaman megalitikum yang tersebar di wilayah-wilayah kecamatan.
  • Iklim di 4 kabupaten/kota tersebut adalah tropis, sehingga para wisatawan dapat berkunjung ke situs megalitik didaerah tersebut.
  • Akomodasi di Bondowoso, Magetan, Bojonegoro, dan Tuban sudah ada

Sumber :

https://id.climate-data.org/location/57937/

https://www.tripadvisor.co.id/SmartDeals-g3733889-Bojonegoro_East_Java_Java-Hotel-Deals.html

http://travel.kompas.com/read/2015/06/18/080600227/Situs.Megalitikum.Menjadi.Daya.Tarik.Pariwisata.Bondowoso 

Permasalahan

  • Ketidakjelasan tentang situs karena data informasi yang ada sangat kurang, seperti di Batu Solor di Bondowoso.
  • Pihak Pemkab kurang menyediakan fasilitas pendukung seperti sebuah Lab. Info yang bisa digunakan para pengunjung.
  • Kurang adanya media informasi resmi untuk publikasi di setiap daerah yang terdapat tempat situs megalitikum.
  • Aksesibilitas ke tempat situs megalitik di Jawa Timur masih kurang memadai.

Sumber :

https://media.iyaa.com/article/2015/03/batu-solor-bondowoso-megalitikum-3390576.html

https://www.timurjawa.com/2017/02/28/potensi-wisata-pra-sejarah-batu-soon/

Rekomendasi

  • Dilakukan Publikasi melalui dunia maya agar masyarakat dapat tertarik berkunjung ke daerah tersebut
  • Data yang dipublikasi harus jelas dan didapatkan dari sumber yang jelas, seperti pemerintah daerah atau tim arkeolog daerah setempat
  • Infrastruktur akses jalan menuju tempat situs segera dibenahi agar wisatawan dapat nyaman berkunjung ke daerah tersebut

 


Dibuat Oleh :

Permata Prasindya 03311640000010

Bella Esti Ajeng Syahputri 03311640000051

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s